Bank Tabungan Pensiunan Nasional

Bank Tabungan Pensiunan Nasional

Daftarbankindonesia.web.idBank Tabungan Pensiun Nasional, disingkat Bank BTPN, lahir dari gagasan 7 (tujuh) orang dalam sebuah asosiasi pensiunan militer pada tahun 1958 di Bandung. Tujuh seri membentuk Asosiasi Bank Pensiunan Militer Karyawan (selanjutnya disebut, “BAPEMIL”) dengan status komersial sebagai asosiasi yang menerima deposito dan memberikan pinjaman kepada para anggotanya. BAPEMIL memiliki tujuan mulia, yaitu membantu meringankan beban ekonomi para pensiunan, baik Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dan warga sipil, yang pada waktu itu umumnya sangat sulit dan banyak yang bahkan terjebak oleh pemberi pinjaman.

Berkat kepercayaan yang tinggi dari masyarakat maupun mitra usaha, pada tahun 1986 para anggota perkumpulan BAPEMIL membentuk PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional dengan izin usaha sebagai Bank Tabungan dalam rangka memenuhi ketentuan Undang-undang Nomor 14 Tahun 1967 tentang Pokok-Pokok Perbankan untuk melanjutkan kegiatan usaha BAPEMIL.

Berlakunya Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan (sebagaimana selanjutnya diubah dengan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998) yang antara lain menetapkan bahwa status bank hanya ada dua yaitu: Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat, maka pada tahun 1993 status Bank BTPN diubah dari Bank Tabungan menjadi Bank Umum melalui Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 055/KM.17/1993 tanggal 22 Maret 1993. Perubahan status Bank BTPN tersebut telah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia sebagaimana ditetapkan dalam surat Bank Indonesia No. 26/5/UPBD/PBD2/Bd tanggal 22 April 1993 yang menyatakan status Perseroan sebagai Bank Umum.

Sebagai Bank Swasta Nasional yang semula memiliki status sebagai Bank Tabungan kemudian berganti menjadi Bank Umum pada tanggal 22 Maret 1993, Bank BTPN memiliki aktivitas pelayanan operasional kepada Nasabah, baik simpanan maupun pinjaman. Namun aktivitas utama Bank BTPN adalah tetap mengkhususkan kepada pelayanan bagi para pensiunan dan pegawai aktif, karena target market Bank BTPN adalah para pensiunan.

Dalam rangka memperluas kegiatan usahanya, Bank BTPN bekerja sama dengan PT Taspen, sehingga Bank BTPN tidak saja dapat memberikan pinjaman dan pemotongan cicilan pinjaman, tetapi juga dapat melaksanakan “Tri Program Taspen”, yaitu Pembayaran Tabungan hari Tua, Pembayaran Jamsostek dan Pembayaran Uang Pensiun.

Terhitung tanggal 12 Maret 2008 bank BTPN telah listing di Bursa efek Jakarta (BEJ) (sekarang Bursa Efek Indonesia) dan resmi menyandang gelar tbk (terbuka). Dan pada tanggal 14 Maret 2008, Texas Pacific Group (TPG) resmi mengakuisisi saham bank BTPN sebesar 71, 61%.

Komisaris dan Direksi

  • Komisaris Utama: Mari Elka Pangestu(Independen)
  • Komisaris: Arief T. Surowidjojo (Independen)
  • Komisaris: Irwan Mahjudin Habsjah (Independen)
  • Komisaris: Chow Ying Hoong
  • Komisaris: Hiroshi Higuma
  • Direktur Utama: Jerry Ng (Independen)
  • Direktur: Ongki Wanadjati Dana (Wakil Direktur Utama)
  • Direktur: Djemi Suhenda (Wakil Direktur Utama)
  • Direktur: Anika Faisal (Independen)
  • Direktur: Kharim Indra Gupta Siregar
  • Direktur: Arief Harris Tandjung
  • Direktur: Wolf Arno Kluge

Baca juga : Amar Bank Indonesia

Produk dan Layanan

  • BTPN Taseto Premium
  • BTPN Taseto Premium iB (Syariah)
  • BTPN Taseto Bisnis
  • BTPN Taseto Mapan
  • BTPN Deposito Berjangka
  • BTPN Deposito Berjangka iB (Syariah)
  • BTPN Deposito Bonus
  • BTPN Deposito Maxima
  • BTPN Deposito Fleksi
  • BTPN Giro
  • BTPN WoW! (Tabungan Berbasis Nomor Ponsel yang menggunakan Kode USSD)
  • Tabungan Pensiun Citra
  • Tabungan Pensiun Citra iB (Syariah)
  • Kredit Pensiun Sejahtera
  • Kredit Pensiun Sejahtera Plus
  • Kredit Pensiun Sejahtera 6
  • Paketmu (Kredit)
  • Paket Masa Depan (Kredit Syariah)
  • Jenius (Tabungan Berbasis Aplikasi untuk Ponsel Pintar Berbasis Android dan iOS)

Related posts