Bank DKI Siap Danai UMKM Dan Pembangunan MRT

Bank DKI Siap Danai UMKM Dan Pembangunan MRT

daftarbankindonesia.web.id Salah satu kapasitas dari kemampuan suatu bank daerah adalah bagaimana bank tersebut bisa memajukan ekonomi dan kesejahteraan daerah tersebut,entah dengan suntik dana atau bantuan pengelolaan dana.Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Bank DKI Siap Danai UMKM Dan Pembangunan MRT Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Bank DKI Siap Danai UMKM Dan Pembangunan MRT

Sinergi BUMD yang berada di naungan Pemprov DKI Jakarta terus menyebar hingga berbagai sektor. Salah satunya adalah sinergi antara Bank DKI dengan PT Food Station Tjipinang Jaya.Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi mengatakan kerja sama dengan Bank DKI telah bergulir sejak 2015.”Pendanaan bergulir Bank DKI sudah kami terima sejak tahun 2015 dan nilainya terus meningkat sepanjang tahun. Pada tahun 2015 plafonnya mulai dari Rp100 miliar hingga mencapai Rp 300 miliar di tahun 2020,” ujar Arief di Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Kredit tersebut digunakan untuk kepentingan bermacam-macam antara lain trading dan pembelian komoditi pangan seperti beras, telur dan lain-lain.Arief mengatakan pangan murah yang difasilitasi Food Station bisa mencapai 15 persen lebih murah dari harga pasaran yang berlaku melalui penerapan teknologi yang dibiayai Bank DKI.Selain fasilitas pinjaman kredit untuk trading dan komoditi, Bank DKI juga memberikan fasilitas kredit kepada supplier (Supply Chain Financing).”Melalui fasilitas kredit tersebut, tagihan vendor atau supplier mitra kami ditalangin lebih dulu oleh Bank DKI. Saya kira ini manfaat yang dihadirkan oleh Bank DKI saat bekerjasama dengan BUMD lain sangat luar biasa,” jelas Arief.

Selain melalui penyaluran kredit dari Bank DKI, Foodstation memiliki kerjasama dengan Bank DKI terkait dengan penerbitan Kartu Pedagang PIBC. Kartu yang diterbitkan 20 November 2019 lalu tersebut bukan hanya kartu biasa sebatas identitas pedagang, tetapi juga bisa digunakan untuk banyak fungsi.Misalnya untuk pembayaran retribusi pasar, alat pembayaran masuk ke Monas, Ragunan, naik LRT, MRT serta MRT dan angkutan umum yang sudah terintegrasi dengan Jaklingko.Pedagang yang ada di PIBC juga bisa memanfaatkan secara makismal kehadiran Kantor Layanan Bank DKI yang ada disini. Karena kehadiran Bank DKI di PIBC sejauh ini memberikan manfaat optimal kepada stakeholder yang ada di PIBC.

Kalau pedagang kesulitan keuangan uang untuk membayar sewa kios, Bank DKI bisa menghadirkan dana talangan. Dana talangan serupa juga bisa diberikan saat pedagang melakukan aktifitas penjualan dan pembelian. Kedua layanan tersebut diberikan dengan rate khusus untuk pedagang yang ada di PIBC.”Karena itu jangan ada keraguan untuk memanfaatkan semua layanan yang ada di Bank DKI,” ungkap Arief.Bank DKI melalui Unit Usaha Syariah melakukan penandatanganan nota kesepahaman penggunaan jasa layanan dan produk perbankan syariah kepada PP Muhammadiyah.Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Direktur Kredit UMK & Usaha Syariah Bank DKI, Babay Parid Wazdi dan Ketua DPP Muhammadiyah, Anwar Abbas, kemarin.

Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini mengatakan, penggunaan jasa layanan dan produk perbankan syariah kepada PP Muhammadiyah tersebut mencakup layanan Cash Management System, Layanan Produk Dana Pihak Ketiga dan Pembiayaan, Layanan Sistem Pembayaran Jasa Pendidikan, Layanan Sistem Pembayaran Jasa Pendidikan.Kemudian Jasa Rumah Sakit yang dilakukan oleh Amal Usaha Muhammadiyah serta sistem penggajian untuk Amal Usaha Muhammadiyah.Herry menyebutkan kerjasama ini juga mencakup penggunaan layanan Cash Management System yang merupakan solusi layanan perbankan berbasis internet untuk melakukan monitoring dan transaksi keuangan di lingkungan PP Muhammadiyah secara realtime dan online.

“Bank DKI berharap dapat semakin memudahkan para anggota dan pengurus PP Muhammadiyah dalam hal akses jasa dan produk perbankan, yang mencakup pengelolaan keuangan, pengumpulan iuran anggota, transaksi pembayaran serta penggunaan layanan e-channel Bank DKI” ujar dia, dalam keterangan tertulisnya.Selain itu, Bank DKI melalui UUS-nya, juga siap memberikan penyaluran pembiayaan syariah kepada PP Muhammadiyah berikut dengan program pelatihan UMKM binaan Muhammadiyah.“Penyaluran pembiayaan syariah khususnya kepada UMKM binaan Muhammadiyah diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup umat dengan jalan membuka peluang usaha yang lebih besar yang diarahkan kepada kegiatan usaha yang produktif, menuju terciptanya kemandirian usaha,” jelas dia.

Baca Juga : Mengerti Corona Lewat BJB Dan Kuasai Market Kesehatan

Sebagai tambahan, Bank DKI juga mendukung layanan penerimaan pembayaran zakat, infaq dan shadaqah yang dikelola oleh Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah (LazisMU) kapan saja dan dimana saja melalui JakOne Mobile Bank DKI.Caranya, pengguna JakOne Mobile membuka menu pembayaran dan memilih menu zakat atau donasi. Selain LazisMU, Bank DKI juga telah bekerjasama dengan sejumlah Amil Zakat seperti Baznas DKI Jakarta, LazisNU (NU Care), Yayasan Rumah Zakat dan Unit Pelayanan Zakat Bank DKI.

Pembangunan jalur MRT Jakarta fase III yakni rute Ujung Menteng-Kalideres akan melibatkan PT Bank DKI dalam hal pendanaan. Selain itu dalam pendanaan itu juga akan menggandeng Bank Pembangunan Daerah (BPD) lain.”Dana investasi tersebut akan dihitung berdasarkan kebutuhan dana yang dibutuhkan MRT dan kesiapan BPD. PT MRT Jakarta juga akan memperkirakan dana yang dibutuhkan untuk pembangunan Fase III,” kata Direktur Utama Bank DKI Zainuddin Mappa dalam keterangan tertulis, Kamis (27/2/2020).Dia menyebut pendanaan ini merupakan bentuk kolaborasi antar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta. Seperti halnya dengan BUMD lainnya PT LRT Jakarta dan PT Transjakarta dalam hal transaksi non-tunai kepada penumpang.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Administrasi PT MRT Jakarta Tuhiyat menyatakan kerjasama dengan Bank DKI sudah di mulai dalam pengelolaan administrasi keuangan di MRT Jakarta.”Terdapat empat bentuk rintisan kerja sama di antaranya payroll system, operational financing, fund placement dan kesejahteraan lainnya,” jelasnya.Rute Kalideres-Ujung Menteng merupakan bagian dari koridor Timur-Barat yang terbentang dari Balaraja hingga Cikarang sepanjang 31,7 kilometer. Dalam tahap awal, MRT Jakarta akan fokus pada rute di dalam kota.

Jika Pemprov DKI setuju, pembangunan koridor Timur-Barat inner Jakarta akan dibagi menjadi dua tahapan, yaitu stage I Kalideres-Cempaka Baru sepanjang 20,1 km dan stage II Cempaka Baru-Ujung Menteng 11,6 km.Lantaran besarnya dana yang dibutuhkan, MRT Jakarta mengaku skema pembiayaan koridor Timur-Barat tidak bisa menggunakan strategi pinjaman antarpemerintah (G to G) seperti koridor Utara-Selatan Fase I dan II.Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan MRT Jakarta fase pertama dengan rute Stasiun Bundaran HI – Stasiun Lebak Bulus pada Minggu (24/3/2019).

Related posts