BCA Hanya Sampai 30 Triliun Di 2019

BCA Hanya Sampai 30 Triliun Di 2019

daftarbankindonesia.web.id Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai BCA Hanya Sampai 30 Triliun Di 2019. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai BCA Hanya Sampai 30 Triliun Di 2019

Bank Central Asia (BCA) kembangkan bisnis properti komersial, seperti pergudangan dan perkantoran. Bahkan hingga akhir tahun lalu, capaian dari sektor tersebut mencapai Rp 1,2 triliun.

“Skema pemberian Kredit Investasi untuk pemilikan properti komersial, dimana pembiayaan tersebut diberikan dengan kondisi bangunan belum selesai dibangun atau indent dan atau sertifikat masih induk atas nama developer atau belum dipecah ke atas nama customer,” tutur Liston Nainggolan, Executive Vice President Commercial Business & SME, saat ditemui di BCA Expoversary, di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Sabtu (22/2/2020).

Menurutnya, sektor properti komersil tersebut, BCA sudah mendalami sejak tahun lalu. Liston melihat untuk tahun ini, banyak nasabah yang membutuhkan pembiayaan dan developer ikut bekerjsama untuk mengembangkan.

Dan untuk pameran perayaan hari jadi BCA tahun ini, bunga yang ditawarkan pun dinilai menarik. Untuk 1-2 tahun bunga yang ditawarkan 7,63 persen, lalu untuk 3 tahun bunga yang ditawarkan 8,63 persen.

“Tapi diluar itu dari pihak developer kadang mereka memberikan tambahan spesial diskon lagi 3 sampai 5 persen, dan penawaran menarik lainnya,” ujar Liston.

Makanya tak heran, bila pencapaian di akhir 2019 lalu, sektor properti komersial yang dikelola BCA bisa mencapai kisaran Rp 1,2 triliun. Dan tahun ini, Liston optimis, sektor yang menggarap sebagian besar pergudangan, rukan dan perkantoran itu, akan melebihi angka pencapaian tahun sebelumnya.

“Kami tetap optimis. BCA optimis memenuhi kebutuhan bisnis nasabah baik individu maupun organisasi, antara lain untuk perluasan usaha nasabah,” ujarnya.

Sementara, soal acuan suku bunga Bank Indonesia yang turun menjadi 5 persen, Liston mengaku, BCA belum mengarah kesana. Namun, biasanya, BCA akan ada pembahasan khusus mengenai kebijakan suku bunga di bank tersebut.

“Biasanya suku bunga BI jadi acuan, BCA sampai saat ini belum ya. Tapi biasanya kita akan ada meeting khusus membahas ini, apakah ada penurunan suku bunganya atau tidak, baru akan ada pengumuman resminya,” tutur Liston.

Namun, jika melihat fenomena properti dan geliat ekonomi di Indonesia, Liston memprediksi akan ada penurunan suku bunga yang diberlakukan BCA.

“Tapi kalau lihat kecenderungan saat ini, terlihatnya suku bunga akan turun,” ungkapnya.PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membukukan pertumbuhan laba bersih sepanjang 2019 mencapai Rp 28,6 triliun. Angka ini tumbuh 10,9 persen dari periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp 25,9 triliun.

Baca Juga : Bank DKI Siap Danai UMKM Dan Pembangunan MRT

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaadmadja menjelaskan, laba bersih ini ditopang dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya sebesar Rp 20,8 triliun tumbuh 17,5 persen. Kemudian untuk pendapatan bunga bersih Rp 50,8 triliun tumbuh 12,1 persen.

Sementara pendapatan operasional mencapai Rp 30,7 triliun tumbuh 11,2 persen.

“Kinerja usaha BCA tetap solid di tengah konsumsi domestik yang moderat dan ketidakpastian global yang masih berlanjut,” kata dia dalam paparan kinerja di Jakarta, Kamis (20/1/2020).

Jahja mengatakan, pencapaian BCA juga tidak terlepas dari beberapa keunggulan bisnisnya di Perseroan dalam perbankan transaksi dan penyaluran kredit.

Di mana dana giro dan tabungan (CASA) tumbuh mencapai 9,9 persen mencapai Rp 532 triliun.dan total kredit meningkat 9,5 persen menjadi Rp 603,7 triliun.

“Kepercayaan nasabah merupakan aset kami yang berharga serta merupakan fondasi pertumbuhan perbankan transaksi dan dana CASA,” katanya.

Dia menambahkan, pertumbuhan kredit perbankan ditopang oleh berbagai segmen bisnis. Termasuk kredit koorporoasi tumbuh 11,1 persen menjadi Rp 236,9 triliun dan peningkatan kredit komersil dan SME sebesar 12,0 persen menjadi Rp 202,9 triliun.

Selain itu, kredit konsumer mencapai Rp 158,3 triliun, di mana segmen KPR tumbuh Rp 93,7 triliun. Sedangkan kredit kendaraan bermotor (KBB) turun 1,1 triliun menjadi Rp 47,6 triliun dan outstanding kartu lredit tumbuh m3njadi Rp 14,1 triliun.

“NPL tercatat pada level 1,3 persen pada Desember 2019, dibandingkan 1,4 persen pada tahun sebelumnya,” imbuh dia.

Related posts