Mengerti Corona Lewat BJB Dan Kuasai Market Kesehatan

Mengerti Corona Lewat BJB Dan Kuasai Market Kesehatan

daftarbankindonesia.web.id Beberapa bank di Indonesia mempunyai kemampuan untuk bisa mengontrol bagaimana keuangan suatu negara bisa berkembang. Salah satunya adal;ah memberikan pendidikan yang mampu untuk bisa membuat masyarakat lebih mengerti tentang kesehatan.Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Mengerti Corona Lewat BJB Dan Kuasai Market Kesehatan. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Mengerti Corona Lewat BJB Dan Kuasai Market Kesehatan

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. (bank bjb) menyepakati kerja sama dengan PT Selaras Abadi Sentosa (SAS Hospitality) dan PT Sinar Agung Prasadikindo (SAP) terkait pemanfaatan dan penggunaan produk jasa layanan perbankan dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KuR) Mikro kepada anggota mitra PT SAP.Kesepakatan ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman yang dihadiri oleh Senior Executive Vice President Bisnis bank bjb Beny Riswandi, Pemimpin Divisi Hubungan Kelembagaan bank bjb Isa Anwari, Direktur PT Selaras Abadi Sentosa (SAS Hospitality) Martono, dan Direktur Utama PT Sinar Agung Prasadikindo Mulyadi di Hotel Grand Tjokro Bandung, Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (24/2/2020).Direktur Konsumer dan Ritel bank bjb Suartini mengatakan kerja sama ini merupakan hasil penjajakan yang telah dilakukan semua pihak sebelumnya. Baik bank bjb, SAS Hospitality maupun PT SAP bersepakat mengikat perjanjian kerja sama dengan melihat besarnya potensi dan peluang meraih keuntungan yang prospektif.

“Kerja sama ini merupakan langkah positif yang diambil perseroan. Jalinan kemitraan yang terajut saat ini menjadi awal dari sebuah babak perjalanan baru di mana seluruh pihak yang terikat akan meraih potensi lebih menjanjikan untuk mengakselerasi penetrasi usahanya. Diharapkan sinergi yang terjalin bisa memberikan keuntungan maksimal bagi semua pihak,” ujar Suartini di tempat terpisah.Kerja sama yang disepakati meliputi pemanfaatan produk dan jasa keuangan bank bjb baik untuk SAS Hospitality maupun PT SAP yang akan ditindaklanjuti dengan pembukaan rekening giro PT SAP, pembukaan rekening giro/tabungan, dan penyaluran KUR Mikro untuk mitra PT SAP. Ruang Lingkup dalam nota kesepahaman yang terjalin meliputi funding, lending, dan transaksi.

SAS Hospitality merupakan grup perusahaan yang bergerak di bidang hotel dan bisnis manajemen. Perusahaan ini memiliki sejarah panjang dan telah berdiri sejak tahun. Hingga saat ini, SAS Hospitality memiliki dan mengelola beberapa hotel yaitu diantaranya hotel Grand Tjokro Premiere di Kota Bandung, Grand Tjokro Yogyakarta, Grand Tjokro Balikpapan, Grand Tjokro Balikpapan, Tjokro Style Yogyakarta, Tjokro Hotel Klaten dan Tjokro Hotel Pekanbaru.Sedangkan PT SAP adalah salah satu grup perusahaan (holding) dari PT SAS yang bergerak di bidang Bisnis Otomotif dan Manufaktur. PT SAP adalah perusahaan yang bergerak di bidang distribusi sparepart kendaraan roda empat maupun roda dua dan mempunyai 14 cabang di seluruh Indonesia dengan 1.500 gudang dan juga 15.000 mitra usaha di seluruh indonesia.

Perseroan percaya diri dengan langkah kemitraan yang telah ditentukan. Tingginya minat dan kebutuhan akan layanan dan jasa keuangan yang simpel dan kredibel serta kondisi perusahaan mitra yang memiliki performa menjanjikan menjadi latar belakang bagi berkembangnya optimisme di tubuh perseroan. Peluang yang dicakup dalam kerja sama ini mendatangkan potensi raupan fee based income, dana pihak ketiga (DPK) dan pendapatan bunga yang terbilang besar bagi bank bjb.Keinginan untuk mampu berdikari secara ekonomi, menjadi harapan yang melekat dalam benak siapa saja, tak memandang warna kulit, gender, maupun kategori-kategori sosial lain yang kerap kali dilekatkan. Dorongannya sanggup menggerakan setiap orang untuk berani melangkah, melewati berbagai rintangan terjal demi mencapai kebebasan finansial.

Kustini menjadi salah satu dari sekian juta orang yang lamat-lamat menyimpan harapan itu. Dia adalah Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Jabar. Bersama para difabel lainnya, Kustini tak cuma mengandalkan harap, dia getol bekerja keras mengupayakan bermacam hal agar kelak ia dan harapannya dapat bersitatap.Di bawah himpunan yang ia gerakkan, para difabel mendapatkan beragam pelatihan keterampilan untuk mengeksplorasi keahliannya di berbagai bidang. Tujuannya, agar mampu menghasilkan sesuatu yang bernilai, bekal fondasional paling niscaya dibutuhkan dalam menjemput impian kemandirian.Di mata Kustini, para difabel memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor kewirausahaan. Keahlian yang dipupuk dari serangkaian pelatihan, serta semangat juang berlipat ganda untuk menunjukkan kebolehan menjadi senjata utamanya.

Tapi, Kustini juga mafhum bahwa bekal keahlian dan daya juang saja tak cukup dalam mengarungi ketatnya persaingan dunia usaha. Modal, menjadi salah satu faktor paling menentukan bagi setiap orang dalam merintis dan melebarkan sayap usaha.Kondisi itu, tentu saja membuat ia sempat merasa risau. Apalagi, status sosial difabel yang melekat pada diri dan kawan sejawatnya menambah-nambah kepelikan situasi yang dia hadapi. Kustini tahu betul, penyandang disabilitas kesulitan mengakses permodalan.Rasa gundah yang sempat menyelimuti itu akhirnya sirna seiring keputusan kehadiran Kredit bjb Mesra (Masyarakat Ekonomi Sejahtera). Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan bank bjb kini memperluas jangkauan pelayanan produk Kredit bjb Mesra. Kini, kredit yang menjadi andalan warga Jabar ini terbuka bagi para difabel.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, Widi Hartoto mengatakan langkah ini merupakan wujud nyata keberpihakan perseroan kepada seluruh kalangan masyarakat yang membutuhkan akses permodalan dalam membangun kemandirian ekonomi. Tak melulu berorientasi pada keuntungan, Widi menuturkan bank bjb juga memiliki komitmen kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.”Sebagai bank pembangunan daerah, bank bjb memiliki peran sentral untuk menopang perkembangan perekonomian masyarakat. Langkah ini merupakan implementasi nyata dari semangat perseroan dalam mendukung pertumbuhan daerah. Kami meyakini, perluasan jangkauan ini akan memberi dampak positif mengingat Kredit bjb Mesra merupakan salah satu produk andalan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan kebutuhan akses permodalan lebih mudah,” kata Widi.

Sejak pertama kali diluncurkan akhir 2018 lalu, Kredit bjb Mesra memang telah menjadi primadona di tengah-tengah masyarakat. tercatat jumlah pembiayaan Kredit bjb Mesra yang telah tersalurkan mencapai Rp8,1 miliar. Dana miliaran tersebut menyentuh 2.802 warga penerima manfaat lewat 202 rumah ibadah dan 383 kelompok yang tersebar di 105 kecamatan pada 22 kota dan kabupaten.Perluasan jangkauan ini juga merupakan langkah perseroan yang dilakukan guna memperlebar akses inklusi keuangan kepada seluruh lapisan dan kelompok masyarakat. Pemanfaatan produk keuangan ini merupakan hal penting demi mengoptimalisasi potensi usaha yang digeluti masyarakat.Tak hanya membuka keran perluasan akses, bank bjb juga memberikan pembekalan pengetahuan dalam bentuk edukasi dan literasi keuangan via berbagai program, tak terkecuali program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu (PESAT). Melalui PESAT, bank bjb memberikan edukasi dan pendampingan kepada para wirausaha selama beberapa bulan agar kemampuan pengelolaan keuangan serta akselerasi usaha dapat berkembang.

Untuk mengakses permodalan lewat Kredit bjb Mesra, persyaratan yang diberlakukan terbilang sederhana di mana kelompok penyandang disabilitas diminta membuat proposal berisi daftar kebutuhan berikut besaran dananya. Nantinya, proposal diberikan kepada organisasi yang menaungi untuk dilanjutkan kepada bank bjb.Sistem pengajuannya pun dilakukan secara berkelompok dengan anggota 5-10. Setiap orang dalam kelompok bisa mengajukan kredit hingga Rp5 juta. Selain berfungsi sebagai kelompok pembinaan pelatihan, namun juga berfungsi sebagai kelompok penerima pinjaman karena kredit ini bersistem tanggung renteng. Kelompok-kelompok yang terbentuk akan menerima pelatihan dari pihak bank bjb.Keterbukaan akses Kredit bjb Mesra bagi para disabilitas ini mendatangkan angin segar bagi Kustini. Kini, ia dan kawan-kawannya tak lagi hanya bisa bermimpi mengembangkan usaha. Bagi para difabel semula hanya memiliki bekal niat, juga bisa segera merealisasikan cita-cita usahanya.

“Kesulitan akses permodalan selama ini menjadi salah satu tantangan yang dihadapi wirausahawan kelompok disabilitas. Dengan keberadaan Kredit bjb Mesra ini, kami mendapat kemudahan pinjaman tanpa agunan dan biaya administrasi yang ringan sehingga akan lebih memudahkan upaya untuk mengembangkan usaha,” kata Kustini.Keganasan virus corona Covid-19 tak perlu lagi dipertanyakan. Ribuan jiwa telah melayang akibat corona. Catatan John Hopkins University (JSE) yang menghimpun data teranya penyebaran Covid-19 dari berbagai sumber kredibel, virus ini telah merenggut 2,704 nyawa dan menginfeksi 80,289 warga di seluruh dunia yang telah terkonfirmasi hingga Selasa (25/2/2020).

Baca Juga : CIMB Dan Semaraknya Xtra Xpo

Kebanyakan dari mereka yang meninggal dan terinfeksi adalah warga Tiongkok. Virus yang pertama kali menginfeksi warga di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok ini telah tersebar ke 30 negara, termasuk Korea Selatan, Jepang, Italia, Hongkong, Iran, AMerika, Singapura, Thailand, Jerman, Australia, dan Malaysia. Beruntung di Indonesia belum ada laporan kasus terkonfirmasi sejauh ini. Namun demikian, kewaspadan tetap saja perlu diutamakan.Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap ancaman Covid-19, bank bjb membekali seluruh insannya dengan pengetahuan wabah corona. Divisi Human Capital bank bjb bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Bandung menyelenggarakan forum dengan tema guna mengedukasi kesiapsiagaan bank bjb menghadapi infeksi Covid-19. Forum tersebut diselenggarakan di Aula lantai 9 Menara bank bjb, Jalan Naripan, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (25/2/2020).

Dalam forum ini, seluruh insan bank bjb dibekali pengetahuan tentang berbagai hal terkait Covid-19, dari mulai sejarah kemunculan, seluk beluk keluarga besar virus, penyebaran, gejala, deteksi hingga cara merespons.”Selaras dengan prinsip kehati-hatian yang selalu kami terapkan dalam praktik usaha, perseroan turut mengaplikasikannya dalam bentuk pembekalan pengetahuan guna mengantisipasi berbagai hal yang dapat mengintervensi dinamika usaha. Diharapkan dengan pembekalan yang diberikan para insan perseroan dapat meningkatkan kewaspadaan dan menghindari kepanikan yang tak perlu sehingga kondusivitas dapat senantiasa terjaga,” kata Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi pada Dinas Kesehatan Girindra Wardhana ini, yang menjadi pemateri memaparkan Covid-19 berasal dari famili coronavirus yang sebelumnya juga pernah mewabah. Ada setidaknya dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe cute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Covid-19 adalah virus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia.”Virus corona adalah zoonosis (ditularkan antara hewan dan manusia). Penelitian menyebutkan bahwa SARS-CoV ditransmisikan dari kucing luwak (civet cats) ke manusia dan MERS-CoV dari unta ke manusia. Beberapa coronavirus yang dikenal beredar pada hewan namun belum terbukti menginfeksi manusia. Covid-19 memiliki kesamaan materi genetik tertinggi sebesar 96% dengan virus Corona non-SARS yang ada di kelelawar (Bat CoV RaTG13),” kata Girindra.

Perkembangan virus ini dimulai pada 30 Desember 2019. Saat itu Wuhan Municipal Health Committee mengeluarkan pernyataan “pemberitahuan segera tentang pengobatan pneumonia yang penyebabnya tidak diketahui”. Pada 9 Januari, kematian pertama akibat corona terkonfirmasi di Tiongkok. Pada 13 Januari, kasus pertama di luar Tiongkok terkonfirmasi di Thailand. Hingga saat ini, perkembangan Covid-19 masih terus menyebar.Gejala manifestasi klinis Covid-19 ini, ujar Girindra, biasanya muncul dalam dua hingga 14 hari setelah paparan. Gejalanya mencakup demam pada 90% kasus, letih-lemah-lesu dan batuk kering 80%, sesak 20% dan distress pernapasan 15%. Selain itu, biasanya terlihat gambaran perubahan di kedua lapangan paru pada rontgen dada. Tanda vital ini umumnya stabil saat dalam perawatan. Pada kasus yang berat, wabah dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.

Covid-19 juga memiliki sejumlah klasifikasi pasien, yakni orang dalam pemantauan, pasien dalam pengawasan, kasus probable, dan kasus konfirmasi. Orang dalam pemantauan adalah seseorang yang mengalami gejala demam lebih dari 38 derajat Celcius atau memiliki riwayat demam, ISPA ringan sampai berat yang memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit pada 14 hari sebelum timbul gejala.Selanjutnya, pasien dalam pengawasan adalah seseorang yang mengalami demam lebih dari 38 derajat Celcius atau ada riwayat demam, batuk/pilek/nyeri tenggorokan, pneumonia dan memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit pada 14 hari sebelum timbul gejala. Kasus probable merujuk pada pasien dalam pengawasan yang diperiksa untuk Covid-19 tetapi inkonklusif (tidak dapat disimpulkan) atau seseorang dengan dengan hasil konfirmasi positif pan-coronavirus atau beta coronavirus. Pada kasus konfirmasi, seseorang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 lewat hasil pemeriksaan laboratorium.

“Jika mengalami gejala demam, batuk, sesak napas dan baru bepergian dari negara terjangkit dalam 14 hari sebelum sakit, segera berobat ke Puskesmas atau RS terdekat. Berikan informasi kepada dokter dan tenaga kesehatan tentang riwayat perjalanan,” katanya.Sebagai antisipasi, Girindra meminta agar etika batuk diterapkan, dengan menutup menggunakan masker, tisu, atau lengan. Setelah itu, segera buang tisu yang sudah dipakai atau cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun. Tips selanjutnya adalah gunakan masker jika menderita sakit dengan gejala infeksi saluran pernafasan (demam, batuk dan flu) dan segera berobat.Langkah antisipasi penyebaran lain, bisa dilakukan dengan sering mencuci tangan dengan air mengalir menggunakan sabun kurang lebih 20 detik sebelum dan sesudah menyiapkan makanan, sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah merawat binatang. Jika tidak tersedia air, dapat menggunakan cairan pembersih tangan yang mengandung alkohol 70–80%. Jika sedang sakit, diminta pula agar mengurangi aktivitas di luar rumah dan membatasi kontak.

Related posts