Pembahasan Mengenai Profil Bank BNI

Pembahasan Mengenai Profil Bank BNI

Daftarbankindonesia.web.id – PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk atau kita kenal dengan BNI atau Bank BNI merupakan bank tertua yang dimiliki oleh pemerintah Indonesia. BNI awalnya didirikan sebagai bank sentral dengan nama Bank Negara Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No 2 1946 pada 5 Juli 1946. Hari lahir BNI kemudian diperingati sebagai Hari Bank Nasional.

BNI kini tercatat sebagai bank nasional terbesar ke-4 di Indonesia, dilihat dari total aset, total kredit maupun total dana pihak ketiga. Saat ini BNI memiliki tidak kurang dari 27.224 pegawai dengan 5 anak perusahaan yakni Bank BNI Syariah, BNI Multifinance, BNI Sekuritas, BNI Life Insurance dan BNI Remittance Ltd. Berikut dibawah ini akan kami berikan informasi mengenai pembahasan profil Bank BNI yang telah kami rangkum :

1. Awal mula BNI
Cikal bakal BNI berawal pada 9 Oktober 1945, ketika dibentuk Yayasan Poesat Bank Indonesia. Lalu pada 5 Juli 1946, berdiri bank sentral dengan nama Bank Negara Indonesia (BNI) dan keduanya melebur menjadi satu.

BNI kala itu memiliki tugas mengedarkan alat pembayaran resmi pertama di Indonesia setelah beberapa bulan berdiri. Nama alat pembayaran itu adalah Oeang Republik Indonesia (ORI), mata uang pertama yang dihasilkan dan diedarkan pada 30 Oktober 1946. Tampilan ORI kala itu berbentuk uang kertas dengan berisi tanda tangan Menteri Keuangan.

2. Perubahan status BNI menjadi bank umum, BUMN hingga persero
BNI lalu diubah menjadi bank umum dan membuka cabang pertama di luar negeri yang terletak di Singapura pada 1955.

Berdasarkan Undang-Undang No. 17 tahun 1968, BNI ditetapkan menjadi Bank Negara Indonesia 1946, dan statusnya menjadi Bank Umum Milik Negara. BNI memiliki peran untuk memperbaiki ekonomi rakyat dan berpartisipasi dalam pembangunan nasional dikukuhkan oleh UU No. 17 tahun 1968 tentang Bank Negara Indonesia 1946.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.19 tahun 1992 pada 29 April 1992, telah dilakukan penyesuaian bentuk hukum BNI menjadi Perusahaan Perseroan Terbatas (Persero).

Pada 1996, BNI merupakan Bank BUMN (Badan Usaha Milik Negara) pertama yang menjadi perusahaan publik setelah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Hal ini menjadikan BNI sebagai bank pemerintah pertama yang menjadi perusahaan terbuka.

3. Laba bersih 2 digit untuk pertama kali
Pada 2009, Pemegang saham BNI menyetujui untuk memisahkan Unit Usaha Syariah BNI menjadi entitas bisnis yang independen. Pada 2010 BNI menerbitkan saham baru melalui Penawaran Umum Terbatas (Rights Issue sehingga kepemilikan publik meningkat menjadi 40 persen.

BNI menerbitkan Global Bond melalui kantor cabang London senilai US$500 juta pada 2012. Global Bond ini didaftarkan pada Bursa Efek Singapura. Barulah pada 2014 BNI mencatat Laba Bersih untuk pertama kalinya menembus angka dua digit (Rp10,8 triliun), sebagai salah satu hasil program transformasi BNI yang dilakukan sejak 2008.

Baca Juga : Pembahasan Mengenai Profil Bank BRI

4. Data jaringan kantor BNI
Saat ini BNI memiliki 1Kantor Pusat, 17 Kantor Wilayah dan 2.245 jaringan kantor yang terdiri dari kantor cabang, kantor cabang pembantu, kantor luar negeri, kantor kas dan jaringan kantor lainnya seperti payment point dan O-Branch. Selain itu, BNI juga memiliki Agen46 di seluruh provinsi di Indonesia.

Berdasarkan laporan tahunan 2018, BNI memiliki 201 Kantor Cabang, 5 Entitas Anak, 1.109 Kantor Cabang Pembantu, 605 Kantor Kas, 128 Payment Point, 18.311 ATM, 196 O-Branch, 6 Kantor Cabang Luar Negeri

5. Arti logo BNI
Logo BNI menggunakan warna oranye dan turquoise sebagai warna signature korporat yang dikembangkan untuk memberikan kesan modern dan fresh. Angka 46 merupakan bagian dari sejarah pendirian BNI sebagai bank pertama Indonesia dan telah terbukti memberikan kontribusi tanpa henti untuk membangun bangsa.

Sementara Slogan “Melayani Negeri, Kebanggaan Bangsa” merupakan penguat filosofi dan visi Perusahaan.

Related posts